Sabtu, 04 Februari 2017

Mengapa Harus 404, bukan kode ERROR yang lain?

Kode  404 atau Not Found error message merupakan respon kode standart yang berlaku untuk halaman Hypertext Transfer Protocol (HTTP).


01. Sejarah
Server situs web hosting akan menghasilkan halaman web dengan tampilan "404 Not Found" ketika pengguna mencoba untuk melakukan sebuah akses terhadap link yang rusak atau mati; maka kesalahan 404 adalah salah satu kesalahan yang paling sering ditemui disebuah website.

02. Mengapa 404?
Angka 4 pertama menunjukkan kesalahan klien. Server mengatakan browser telah terdapat sebuah kesalahan, seperti semisal meminta halaman yang sudah tidak ada lagi. Angka tengah 0 mengacu pada kesalahan sintaks umum(syntax error). Ini bisa menandakan kesalahan ejaan dari penulisan kode yang telah dibuat dalam sebuah file di server atau hostingnya. Sedangkan angka 4 terakhir hanya menunjukkan kesalahan tertentu dalam kelompok 40x, yang juga mencakup 400: Bad Request, 401: Tidak Sah, dll.

03. Sub Kesalahan dari 404
Beberapa kesalahan (error) lain yang menjadi sub error 404 adalah :
404.0 – Tidak ditemukan.
404.1 – Website Tidak ditemukan.
404.2 – ISAPI atau CGI dilarang/tolak.
404.3 – Type MIME dilarang/tolak.
404.4 – Tidak ada handler dikonfigurasi.
404.5 – Tidak diizikan oleh permintaan konfigurasi filtering.
404.6 – Verb ditolak.
404.7 – Jenis File ditolak.
404.8 – Nama / Penamaan tersembunyi.
404.9 – Atribut sebuah file tersembunyi.
404.10 – Permintaan header terlalu lama.
404.11 – Permintaan berisi urutan escape ganda.
404.12 – Permintaan berisi karakter tinggi-bit.
404.13 – Isi Content terlalu banyak/besar.
404.14 – Request URL terlalu lama.
404.15 – Query string terlalu lama.
404.16 – Permintaan DAV dikirim ke file handler statis.
404.17 – Konten dinamis dipetakan ke file handler statis melalui pemetaan MIME wildcard.
404.18 – Urutan string query ditolak.
404.19 – Ditolak oleh aturan filtering.
404.20 – Terlalu banyak Segmen URL yang diminta.
   
03. Kode Kesalahan lain selain 404
100 = Berlanjut (Loop Request)
101 = Perpindahan (Switching Protocols)
201 = Dibuat (Created)
202 = Diterima (Accepted)
203 = Informasi Non Authoritative
204 = Konten tidak tersedia (No Content)
205 = Mengembalikan kebentuk semula (Reset Content)
206 = Majemuk (Partial Content)
300 = Ganda (Multiple Choices)
301 = Pindah permanen (Moved Permanently)
302 = Ditemukan (Found)
303 = Lihat yang lain (See Other)
304 = Tidak dimodifikasi (Not Modified)
305 = Gunakan  (Use Proxy)
307 = Sementara (Temporary Redirect)
400 = Permintaan buruk / sulit dilakukan (Bad Request)
401 = Tidak memiliki autorisasi (Unauthorized)
403 = Dilarang(Forbidden)
405 = Metode tidak diijinkan (Method Not Allowed)
406 = Ditolak (Not Acceptable)
407 = Proxy Harus diverifikasi (Proxy Authentication Required)
408 = Waktu tunggu habis (Request Timeout)
409 = Bermasalah (Conflict)
410 = Hilang / terhapus (Gone)
411 = Permintaan terlalu lama (Length Required)
412 = Gagal melakukan prekondisi (Precondition Failed)
413 = Kapasita permintaan terlalu besar(Request Entity Too Large)
414 = Permintaan URI terlalu lama (Request-URI Too Long)
415 = Type file / media tidak mendukung (Unsupported Media Type)
416 = Rentang yang diminta tidak satisfiable (Requested Range Not Satisfiable)
417 = Permintaan gagal (Expectation Failed)
500 = Server Error (Internal Server Error)
501 = Tidak terimplementasi (Not Implemented)
502 = Permintaan gagal ke gateway (Bad Gateway)
503 = Tidak tersedia (Service Unavailable)
504 = Meminta gateway yang terlalu lama (Gateway Timeout)
505 = Versi HTTP tidak mendukung (HTTP Version Not Supported)